Senin, 20 Februari 2012

SOSIOLOGI KOTA DAN DESA

Ralph Linton, Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka sendiri dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatua sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
Mac Iver, Masyarakat adalah jalinan sosial yang selalu berubah-ubah
Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang  menghasilkan kebudayaan
Kesimpulan Masyarakat
·         Ada manusia yang hidup bersama, dalam ilmu sosial tidak ada ukuran yang pasti tentang jumlah manusia yang hidup bersama
·         Mereka bekerja sama untuk waktu yang relative lama
·         Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan (sehingga bertanggungjawab terhadap kelompok)
·         Merupakan suatu sistem hidup bersam yag menimbulkan kebudayaan.
Di dalam ilmu sosial digambarkan dalam 2 konsep
Community : sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas
Society : sekolmpok manusia yang bertingkah laku sedemikian rupa sehingga dapat dibedakan dengan sekelompok manusia lainnya. Mereka tidak terikat pada batas-batas wilayah tertentu, tetapi dipengaruhi oleh norma-norma dan nilai-nilai tertentu. Nilai adalah sesuatu yang dianggaop baik dan orang lain diharapkan untuk menirunya.
Dari segi konsentrasi pemusatan penduduk, masyarakat dibagi 2 :
Masyarakat pedesaan (Rural Community)
Masyarakat perkotaan (urban Community)
3 Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan
1.Warga masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih akrab dan lebih mendalam dari pada masyarakat pedesaan di luar batas wilayah tersebut.
2.Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan
3.Penduduk pedesaan pada umumnya bertani walaupun ada juga pekerjaan sambilan, tetapi hidupnya sangat tergantung pada tanah.
7 Ciri-Ciri Masyarakat Perkotaan
1.Kehidupan keagamaan cenderung berkurang dibanding kehidupan di desa
2.Kehidupan agama di kota hanya nampak di rumah-rumah ibadah dan diluarnya nampak kehidupan ekonomi
3.Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
4.Pembagian kerja lebih tegas dan menimbulkan kelompok-kelompok kecil yang didasarkan atas pekerjaan yang sama
5.Hubungan yang terjadi dalam masyarakat lebih didasarkan pada faktor kepentingan dibanding faktor pribadi
6.Faktor waktu pada umumnya sangat berharga di kota
7.Perubahan di kota lebih cepat dibading dengan perubahan di desa
A.      PENGERTIAN DESA
Karto Hadikusumo, Desa adalah suatu kesatuan masyarakat hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri
V C Finch, Desa pada dasarnya adalah suatu tempat tinggal dan bukan merupakan perdagangan
W Ogburn, Desa adalah oranganisasi tata kehidupan masyarakat dalam suatu wiliyah yang terbatas
Sanderson, Suatu tempat yang mempunyai penduduk kurang lebih 2500
PJM Nas. Desa bisa dilihat dari beberapa segi antara lain :
a.       Morfologi pemanfaatan tanah yang berifat agraris dengan bangunan yang terpencar-pencar
b.       Jumlah penduduk yang kecil dengan kepadatan yang rendah
c.        Ekonomi, cara hidup bercocok tanam
d.       Sosial, hubungan sosial yang terjadi pada umumnya bersifat pribadi, tidak banyak pilihan, dan hubungan kekeluargaan lebih penting.

B.      PENGERTIAN KOTA
Bintarto, Kota diartikan sebagi jaringan kehidupan manusia yang ditandai kepadatan penduduk yang tinggi dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dengan coraknya yang materialistis.
Wirth, kota adalah suatu pemukiman yang permanen, cukup besar padat dan dihuni oleh orang-orang yang berkedudukan sosial heterogen
Max Weber , kota adalah tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal
Sanderson, kota adalah tempat yang berpenduduk 10.000 orang atau lebih
PJM Nas, kota dapat dilihat dari beberpa segi, antara lain :
a.       Morfologi, adanya cara membengun secara fisik dan berjenjang
b.       Jumlah penduduk sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan
KARAKTERISTIK DESA
                Dimaksudkan adalah suatu yang melekat pada unsure-unsur desa yang memberikan kekhusususan pada Desa tersebut atau cirri yang melekat pada desa tersebut.
1.       Pekerjaan
Pada umunya pekerjaan di desa masih banyak tergantung pada alam dan tidak banyak variasinya, sebagian besar penduduknya bekerja di sector pertanian.
2.       Kepadatan penduduk
Karena di daerah pedesaan pada umumnya pekerjaan penduduk adalah petani, maka pendudukanya berkelompok pada tempat-tempat tertentu dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah. Akibat rendahnya kepadatan penduduk maka menimbulkan dampak positif dan negative.
+
Adanya udara yang sehat dan segar
Konsisi lingkungan yang benar
Hubungan sosial yang intim
Mereka saling kenal mengenal
-
Lingkunagn yang bersifat monoton
Jalan pada umumny masih kurang baik
Alat komunikasi yang kuran memadai
Mudah terjadi gossip-gosip

3.       Diferensiasi Sosial
Daerah pedesaan pada dasarnya homogen yaitu hampir semua penduduknya mempunyai keseragaman yang seolah-olah dimiliki seperti pekerjaan, adat-istiadat, bahasa, pengetahuan dan pengalaman. Satu hal yang penting adalah bahwa mereka berasal dari latar belakang yang sama
4.       Stratifikasi Sosial
Karena masyarakat desa bersifat homogen maka stratifikasi sosial berdasarkan prestasi hampir tidak ada, meskipun demikian, stratifikasi yang bersifat aspirasi masih tetap dipertahankan secara ketat, misalnya pada masyarakat desa, sebelum seorang menjadi menantu terutama menantu laki-laki maka terlebih dahulu harus diketahui asal-usul ketturunannya, apakah dia turunan bangsawan atau bukannamun demikian pada akhir-akhir ini stratifikasi sosial berdasarkan prestasi sudah mulai muncul di desa misalnya penggolongan kaya dan miskin, pegawai negeri, bukan pegawai negeri.
5.       Mobilitas sosial
di pedesaan, anggota-anggotanya cenderung bertahan dengan status sosial yang dimilikinya, sementara di perkotaan orang lebih sering berpindah dari satu status ke status sosial yang lain. Hal ini mudah dilakukan karena di kota terdapat banyak jenis pekerjaan dengn kata laian, mobilitas di desa rendah dan mobilitas di kota tinggi. Mobilitas yang terjadi di desa pada umunya adalah mobilitas horizontal pada umumnya tidak memengaruhi status sosial

6.       Interaksi Sosial
Tanpa interakasi sosial, tidak mungkin adanya kerja sama, syarat adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Interaksi sosial di desa berbeda dengan interksi sosial di desa, hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
1.       Area/ wilayah kontak sosial di desa lebih sempit daripada di kota
2.       Kontak sosial di desa lebih bersifat langsung/ tatap muka, kontak sosial di kota bersifat perantara
3.       Kontak sosial di desa bersifat personal dan di kota bersifat impersonal
4.       Kontak sosial di desa bersifat permanen dan mendalam sedangkan di kota bersifat sementara dan sambil lalu.

7.       Solidaritas sosial
Menurut Emile Durkheim, solidaritas sosial yang terjadi pada masyarakat sosial adalah solidaritas mekanik yaitu solidaritas yang muncul karena adanya kesamaan yang dimiliki bersama oleh mereka. Misalnya sekampung, sekeluarga, sedaerah, sesama petani, sama-sama miskin.
Solidaritas yang terjadi antara masyarakat kota adalah solidaritas oranganic yaitu suatu bentu solidaritas yang didasarkan pada perbedaan-perbedaan yang ada sehingga mereka saling membutuhkan satu sama lain.
8.       Kontrol Sosial
Di dalam masyarakat terdapat norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku bagi masyarakat secara keseluruhan. Norma dan nilai itu adalah hasil kesepakatan dari semua anggota masyarakat baik substansinya maupun pelaksanaannya. Norma dan nilai ini apabila dilanggar akan mendapat sanksi sosial dari masyarakat.
Kontrol sosial ini merupakan proses mendisiplinkan anggota masyarakat anggota masyarakat agar tidak terjadi penyimpangan terutama terhadap nilai dan norma yang telah disepakati.
Kontrol sosial pada masyarakat pedesaan biasanya lebih ketat karena disebabkan beberpa faktor :
a.       Karena mereka homogen sehingga menganut nilai dan norma yang sama. Pelanggaran terhadap norma dan nilai merupakan penghinaan terhadap pihak yang lain.
b.       Kuatnya sistem kekerabatan di desa sehingga pelanggaran yang dilakukan salah satu keluarga akan menghancurkan nama baik seluruh keluarga
c.        Masyarakat desa sangat menghargai stabilitas sehingga pelanggaran terhadap norma dan nilai bisa mengganggu stabilitas
d.       Mereka saling mengenal sehingga mudah dikontrol oleh pihak lainnya.

KARAKTERISTIK KOTA
1.       Pekerjaan penduduk
Sifat pekerjaan penduduk kota tidak mengandalakan tanah yang luas sebagaimana yang terjadi di pedesaan. Pekerjaan di kota juga lebih banyak jenisnya dan biasanya berorientasi di bidang jasa. Meskipun mereka individualistis namun saling ketergantungan mereka masih tinggi untuk memenuhi kebutuhannya
2.       Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk yang sangat besar di kota dimana jumlah penduduk tidak sebanding dengan luas daerahnya , mengakibatkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi mencapai 1000-2500/Km2. Sebagai akibat dari kepadatan menimbulkan dampak
+
Kontak sosial yang luas
Tersedianya sarana pelayana yang memadai
Besarnya kesempatan untuk spesialisasi
Sekolah-sekolah yag memadai
Tersedianya fasilitas rekreasi

-
Kemacetan, kebisingan dan kegaduhan
Tingginya biaya hidup
Hubungan yag impersonal
Polusi udara yang tinggi
Isolasi psikologis, ketegangan, stress dsb.

3.       Diferensiasi Sosial
Diferensiasi sosial di kota semakin tampak ditandai dengan keadaan yang berbeda-beda. Selain itu penduduk kota berasal dari budaya, bahasa, adat istiadat, kepercayaan dan posisi ekonomi dan kebiasaan yang berbeda-beda. Dengan demikian mereka yang berbeda-beda ini bercampur dalam suatu kota biasa disebut Melting Pot. Dalam kehidupan melting pot, meskipun bercampur namun tetapi hubungan keakraban tidak terjadi karena faktor yang disebutkan tadi. Ditambah dengan kesibukan dengan pekerjaan, tempat kerja yang berbeda-beda dan berjauhan.
4.       Stratifikasi sosial
Stratifikasi sosial di desa dengan Closed Social Strafication sedangkan di kota dikenal dengan Open Social Stratfication. Berarti orang kota bebas mengekspresikan kemampuan dan prestasinya untuk memperoleh status yang lebih tinggi. Status yang mereka miliki adalah hasil perjuangan prestasi dan kemampuan disebut Achieved Status. Mereka yang berprestasi menempati lapisan  atas dan dihormati dalam masyarakat tanpa memperhatikan asal-usul mereka. Sementara di pedesaan, banyak status yang dimiliki seseorang karena kelahiran yang disebut Ascribed Status.
5.       Mobilitas Sosial
Karena di kota banyak pekerjaan jadi tidak terlalu sulit untuk melakukan mobilitas sosial. Mobilitas yang terjadi dapat berbentuk vertical maupun horizontal
6.       Interaksi sosial
Karena masyarakat kota bersifat individualistis maka hubungan yang terjadi bersifat impersonal yaitu hubungan yang didasari karena kepentingan tertentu. Hubungan tersebut hanya bersifat lahiriyah dan tidak personal/intim. Selain dari itu hubungan di kota banyak dilakukan secara tidak langsung karena biaya alat komunikasi kauh lebih murah disbanding dengan iaya transportasi dan butuh wwaktu yang banyak.
7.       Solidaritas Sosial
Solidaritas yang terjadi adalah solidaritas oranganik yaitu solidaritas yang muncul karena adanya perbedaan meskipun mereka saling ketergantungan akibat adanya perbedaan.
8.       Kontrol sosial
Kontrol sosial di kota sangat rendah dibanding yang terjadi di desa karena kebanyakan orang kota kurang memperhatikan apa yang dilakukan orang lain maka Ia hanya memperhitungkan kepentingan pribadinya. Karenanya toleransi di kota lebih tinggi daripadaa orang desa.

GAMBARAN KEHIDUPAN MASYARAKAT KOTA
1.       LEBIH TERBUKA DENGAN PERUBAHAN
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah, -- kota sebagai pintu gerbang bagi masuknya kebiasaan-kebiasaan dan produk-produk baru ke dalam masyarakat. Banyak hal baru yang masuk ke dalam masyarakat meskipun itu jauh dari kota tetapi pada awalnya masuk melalui kota. Hal ini dumungkinkan oleh karena jaringan komunikasi dan transportasi di kota jauh lebih lengkap, selain itu heterogenitas masyarakat kota berakibat mudahnya masuk pengaruh-pengaruh dari luar dan mereka didukung pula oleh keragaman penduduk kota. Keragaman itu terlihat dari etnik agama, pendidikan, kekayaan, budaya dsb.
Secara umum masyarakat kota memperlihatkan sikap toleransinya terhadap perubahan2 yg terjadi di sekelilingnya. Pendidikan yg lebih tinggi dan pengalaman yg luas mereka menjadi lebih kritis terhadap perubahan yg terjadi itu.

2.       LEBIH RASIONAL                                                                                        
Bagi masyarakat kota cara berfikir rasional pada umumnya dianut. Hal ini terjadi karena dalam banyak penataan hidup masyarakat kota rasionalisasi telah ditempatkan sebagai hal yang penting. Rasionalisasi bisa diartikan sebagai sikap mengenal sesuatu dengan berupaya melakukan pembuktian kebenaran sehingga menjadi cara dalam mengoranganisasikan cara berfikir mereka. Karenanya kebanyakan perilaku masyarakat kota dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya didasarkan pada rasionalitas. Ini berarti mereka hanya ingin mengakui atau mentaati suatu aturan sepanjang dia bisa memahami dan merasakan manfaatnya.
Berbeda dengan masyarakat kota masyarakat desa sering digambarkan sebagai masyarakat yg taat pada adat dan nilai yg dianggap luhur dan tidak perlu memahami apa pentingnya aturan atau nilai yg ditaatinya itu.
3.LEBIH MANDIRI
Orang kota pada umumnya lebih dituntut untuk mampu mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain shgga masyarakat kota sering disebut sebagai masyarakat yg individualis dimana peranan individu sangat memegang peran penting bahkan dalam satu keluarga sering terjadi perbedaan yang menonjol antara anggota-anggotanya. Berbeda dengan masyarakat kota maka masyarakat desa pada umumnya sangat mementingkan kelompok dan kekeluargaan. Karenanya kehidupan kekeluargaan di desa sangat terasa bahkan keluarga yang jauh pun masih terasa akrab.
4.ANONIMITAS DAN JARAK SOSIAL
Salah satu karakteristik kota adalah padatnya penduduk. Keadaan ini menciptakan anonimitas yaitu suatu keadaan dimana orang2 tdk lagi saling mengenal secara akrab. Sebagai akibat dari anonimitas ini maka muncul pula istilah impersonalitas yaitu terbentuknya jarak sosial yang semakin melebar diantara anggota2 masyarakat kota. Meskipun secara fisik mereka berdekatan tetapi secara sosial mereka berjauhan. Kalau keadaan sudah demikian maka jalan satu2nya untuk mampu bertahan hidup terus maka orang kota harus mampu mengurus dirinya sendiri.
5.       Pentingnya Waktu
Pada masyarakat manapun waktu sangat penting, ttp pada masyarakat kota yg sangat sibuk dan terorganisir waktu dirasakan jauh lebih berharga bagi mereka. Keadaan ini lebih dipertegas ole kenyataan dmn persaingan hidup semakin ketat shg ada kecenderungan semakin mempercepat kegiatan sehari-hari. Bagi org2 kota waktu itu sangat berharga shg tdk salah kalau dikatakan waktu itu adalah uang karenanya banyak org kota berpeluang utk kena penyakit stres yaitu suaatu penyakit mental yg diakibatkan oleh suatu keinginan yg melampaui batas kemampuan utk mencapainya.
KEHIDUPAN KELUARGA
Dalam stuktur masyarakat kita melihat bahwa keluarga itu terdiri dari sejumlah individu sedang masyarakat terdiri dari sejumlah keluarga atau kelompok lainnya. Keluarga merupakan unit terkecil dari masy. Sekalipun demikian dia merupakan lembaga sosial dasar dalam suatu masyarakat dlm arti bahwa bentuk kehidupan keluarga mewarnai bntuk masyarakat itu dan sebaliknya.
Semua manusia mempunyai keluarga meskipun dalam kenyataan ttdk semua anggota keluarga selalu hidup berrsama dengan keluarganya. Keluarga adl terdiri dari 2 org atau lebih yg hidup bersama karena hubungan darah, hub perkawinan atau pengangkatan. Dalam hal ini perlu diketahui perbedaan antara keluarga dan RT. RT biasanya diartikan sebagai keluarga, sbg sekelompok org yg mendiami sebuah rumah meskipun mereka itu belum tentu satu keluarga.
Dengan pengertian di atas keluarga titik beratnya pada adanya hubungan biologis sebagai akibat adanya hub darah, perkawinan dan pengangkatan sdengan RT dititik beratkan pada kehidupan sehari2. Contoh beberapa buruh bangunan menyewa rumah bersama dan masing2 menempati kamar meskipun mereka mempunyai pekerjaan sendiri2. Beberapa mahasiswa menyewa sebuah kamar dam mereka sepakat mengelola urusan2 bersama berupa kebutuhan sehari2 dalam satu dapur.
Dari contoh diatas dpt ditarik kesimpulan bahwa satu keluarga bisa bergabung bebrapa keluarga lainnya dan membentuk satu RT. Suatu RT bisa berbeda keluarga.
STRUKTUR KELUARGA
Dilihat dari keanggotaan dan hub antara angota2nya keluarga biasanya dibagi dalam :
a)       Keluarga batih/intim yg anggotanya adl teridiri dari ayah ibu dan anak yg belum menikah. Sementara

Masyarakat kota sbg masyarakat community adalah suatu wilayah dimana Suatu comunity memiliki ciri2 sbb :
1)      - Berisi kelompok manusia
2)       -Menempati suatu wilayah geografis tertentu
3)       -Ada pembahagian kerja kedalam spesialisasi dengan fungsi2 yg saling tergantung
4)       -Memiliki kebudayaan dan sistem sosial bersama yg mengatur kegiatan mereka
5)       -Para anggotanya sadar akan kewargaan mereka dr comunity tersebut
6)       -Mampu berbuat secara kolektif menurut cara2 tertentu
-Kondisi2 yg diperlukan dlm suatu kota adalah :
1)       -Pembagian kerja dlm spesialisasi yg jelas
2)       -Organisai sosial lebih didasarkan pada pekerjaan dan kelas sosial drpd kekeluargaan
3)       -Lembaga2 pem.an lebih didasarkan pada wilayah daripada kekeluargaan
4)       -Kota merupakan suatu sistem perdagangan dan industri
5)       -Mempunyai sarana komunikasi dan dokementasi yg baik dan teratur
6)       -Berteknologi yg rasional dan menguntungkan

MASALAH-MASALAH PERKOTAAN
Salah satu permasalahan yang menyangkut kota adalah perkampungan kumuh. Para ahli berpendapat bahwa munculnya perkampungan kumuh berkaitan erat dengan perubahan struktur ekonomi yang menimbulkan urbanisasi, menurut McGee munculnya masalah-masalah sosial dan perkampungan kumuh di kota adalah akibat urbanisasi semu (Pseudo urbanization) adalah proses urbanisasi yang tidak sejalan dengan perkembangan masalah industrialisasi di kota, faktor yang mempengaruhi urbanisasi di kota adalah semakin menyempitnya lahan pertanian di desa serta semakin meningkatnya perkembangan teknologi di bidang pertanian.
MASALAH LINGKUNGAN DAN PRASARANA KOTA
Hal yang disebutkan di atas dinamakan masalah oleh karena adda harapa yang ingin dicapai namun tidak terpenuhi karena sesuatu hal. Setiap masalah selalu menuntut solusi agar harapan tersebut bisa tercapai. Harapan yang dimaksud antara lain prasarana yang tersedia, transport yang lancar, kota yang bersih, pelayanan umum yang baik, lapangan kerja yang memadai dan sebagainya akibat dari adanya kota yang diidamkan maka muncul slogan kota misalnya : Malang Kota Bunga, Ujung Pandang kota bersinar, Solo Kota bersinar, meskipun dalam kenyataannya keadaan sangat berbeda dengan slogan tersebut.  
Dibanding masa lalu sekarang dan akan datang maka masalah kota akan semakin kompleks khususnya di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena banyakanya masalah-masalah kota yang sampai sekrang bekum tertangani dengan baik.
EFEK SOSIAL LINGKUNGAN FISIK
Lingkungan dibagi 2 (fisik dan sosial) sedangkan lingkunga fisik terbagi 2 yaitu Lingkungan Artificial (buatan manusia) dan Lingkungan alam
Lingkungan sosial mempunyai lingkungan fisik, artinya orang-orang menempati lingkungan fisik tertentu. Oleh karenanya harus diupayakan bagaimana caranya orang yang tergolong lingkungan sosial setidaknya mempertahankan lingkungan fisik yang baik. Lingkungan fisik mempengaruhi lingkungan sosial misalnya orang yang tinggal di daerah pantai cenderung bersuara keras.
Irfi mengemukakan 4 jenis akibat lingkungan fisik
1.       Kepincangan sosial, ada korelasi positif antara lingkungan yang jelek dengan berbagai tingkat kesehata
2.       Daya dukung adalah kemampuan perumahan yang dihuni sehingga tercapai kehidupan dan kebutuhan para penghuninya dan tercapai rasa sayang diantara penghuni rumah tersebut
3.       Struktur dan integrasi ketetanggaan bahwa suatu unit tempat tinggal mendorong perkenala dan pertemuan antara tetangganya. Pertemua biasa ditentukan oleh kerabat yang berdekatan sehingga lingkungan akan dipengaruhi oleh bagaimana interaks antar tetangga.
4.       Estetika. Manusia adalah makhluk yang butuh dan menyukai keindahan. Para penghuni kota membutuhkan keindahan yang dipantulkan oleh sinar, udara dan membentuk materi bangunan yang sesuai dengan lingkungan di sekitarnya. Para perencana bangunan meyakini bahwa lingkungan yang indah akan memberi pengaruh positif kepada penghuninya.
MASS COMMUNITY dan MASSA SOCIETY
Masyarakat kota sebagai mass comunity adalah suatu wilayah dimana penduduknya menyelenggarakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Suatu communty memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.       -Berisi kelompok manusia
2.       -Menenmpati suatu wilayah geografis tertentu
3.       -Ada pembagian kerja dan spesialisasi fungsi yang saling tergantung
4.       -Memiliki kebudayaan dan sistem sosial bersama yang mengatur kegiatan mereka
5.       -Para anggotanya sadar akan kewargaan mereka dari community tersebut.
6.       -Mampu berbuat secara kolektif menurut cara-car tertentu
-Kondisi yang diperlukan bagi suatu kota adalah :
1.        -Pembagian kerja dan spesilalisasi yang jelas
2.       -Organisasi sosial lebih didasarkan pada pekerjaan dan kelas sosial daripada kekeluargaan
3.       -Lembaga pemerintahan didasarkan pada kewilayahan daripada kekeluargaan
4.       -Kota merupakan suatu sistem perdagangan dan industri
5.       -Mempunyai saran komunikasi dan dokumentasi yang baik dan teratur.
6.       -Berbasis IT yang rasional dan menguntungkan
Perlu ditegaskan bahwa semakin besar kota, semakin tegas pula ciri-ciri di atas. Perkembangan kota di negara berkembanga terutama Asia Afrika didorong oleh krisis perekonomian di pedesaan yag agraris akibatnya dapat menimbulkan patologi sosial yaitu suatu penyakit masyarakat kota dalam bentuk pengangguran, kemiskinan, pelacuran, kenakalan dan kejahatan.
PERTAMBAHAN PENDUDUK DAN KEMAJUAN IT
2 faktor yang besar pengaruhnya terhadap situasi dan perkembangan masyarakat adalah pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi. Semakin besar pertambahan penduduk maka semakin jelas corak kekotaan suatu tempat. Bila ditelusuri pertambahan penduduk disebabkan tingginya angka kelahiran dan angka kematian yang menurun. Ini terjadi akibat semakin tingginya tingkat kesehatan penduduk. Ada gejala yang muncul di kota yaitu semakin turunnya angka kelahiran akibat dari adanya pandangan hidup rasional serta keinginan untuk hidup mewah.
Semakin padat penduduk kota maka semakin tinggi tingkat pertemuan manusia dan saling ketergantungan. Di lain pihak bertambah pula sumber salah paham dan cekcok serta pertentangan antara mereka yang tajam dan semakin dituntut pembagian kerja yang jelas. Dalam situasi yang demikian maka iktan-ikatan sosial berdasarkan tradisi menjadi lemah. Perubahan ini akan mempengaruhi bentuk kehidupan dan tingkah lakunya maka terjadilah apa yang dikataka massa dimana sifat massa itu ditentukan oleh kemajuan teknologi. Saran teknologi yang dimilki manusia ikut menentukan struktur hubungan antar manusia. Misalnya di suatu pabrik dengan massa buruh yang mempersiapkan produksi untuk ekspor. Hubugan buruh dengan majikan, buruh dengan buruh. Berbeda sekali dengan pertukangan kecil yang bekerja tanpa mesin. Hubungan antara tukang dengan pimpinan dan sesama tukang sangat akrab dan saling kenal secara pribadi serta saling tolong menolong diantara mereka.
MASYARAKAT KOTA DALAM SEKULARISASI
Masyarakat Kota dilanda proses sekularisasi dimana bidang-bidang kehidupan dan cara berfikir terlepas dari pengawasan agama. Sementara pada masyarakat tradisional agama memegang peranan penting dalam mengendalikan tingkah laku cara berfikir dan bersikap dalam menjalani kehidupannya
Di kota kota besar dimana pemikiran tradisional ditinggalkan ada kecenderungan manusia melepaskan pemikiran keagamaannya dengan demikian dapat dikatakan bahwa sekularisasi terjadi dari dua proses transformasi pemikiran manusia yaitu
1.       Desakralisasi terhadap orang dan benda-benda sehingga hal- hal yang selama ini dianggap suci atau sakral ditinggalkan
2.       Rasionalisasi pemikiran yaitu keterlibatan emosional dalam berpikir tentang dunia.
Dengan demikian sekularisasi merupakan gabungan dari desakralisas dan rasionalisasi sehingga pandangan dunia yang religius tidak lagi dijadikan sumber berfikir oleh manusia dengan kata lain sekularisasi adalah cara berfikir, bertingkah laku, bersikap, bertindak terhadapa urusan dunia yang bebas dari pengaruh agama.
Adapun rasionalisasi dimaksudkan sebagai cara memahami sesuatu yang bebas dari perasaan dan menggunakan logika semata. Artinya ketika akal sehat menerimanya maka akan dijadikan dasar dalam bertindak.
Ada 5 Faktor yang besar pengaruhnya terhadap pembentukan pemikiran sekuler yaitu :
1.       Prestasi kerja, karena kemajuan teknologi yang dapat membuat manusia menjadi lebih makmur dan sejahtera, akibat dari kemajua teknologi banyak peristiwa-peristiwa penting yang dapat diramalkan sebelum terjadi. Dengan begitu manusia dapat membebaskan diri dari 3 hal yang ditakutinya yaitu ketidakpastian, ketidakmampuan dan kelangkaan.
2.       Akibat perang yang menimbulkan penderitaan dan kesulitan, akibatnya manusia selalu berusaha menciptakn temuan-temuan yang baru yang dapat memulihkan kemakmuran
3.       Semakin majunya perdagangan yang dilakukan oleh orang kota yangselalu mendasarkan pemikirannya pada keuntungan dan kekayaan tanpa memperhatikan perintah dan larangan agama.
4.       Berhasilnya pengaturan masyarakat oleh pemerintah berdasarkan UU dan peraturan-peraturan yang diciptakannnya dan tidak lagi didaasarkan pada kepemimpinan yang bersumber dari pemikiran agama.
5.       Meningkatnya kemampuan manusia mengatasi kesulitan-kesulitannya akibat perkembangan iptek mereka sangat percaya kepada iptek tanpa perlu lagi pertolongan tuhannya.
GAMBARAN MASAYARAKAT MODERN DI KOTA
Masyarakat modern di kota-kota di negara-negara barat sedang menular ke negara berkembang pada masyarakat tersebut. Orang tak perlu lagi bekerja seminggu penuh berkat kemajuan teknologi. Akibatnya tersedialah waktu akhir pekan dan waktu luang yang panjang untuk rekreasi, olahraga dan hiburan-hiburan lainnya. Bersamaan dengan itu konsumsi semakin luas yang meliputi tiap-tipa bidang kehidupan. Pendidikan bagi generasi muda semakin makan banyak waktu sementara kontak-kontak yang heterogen dapat diatasi dengan berbagai sarana komunikasi dan transportasi. Ekonomi dan jasa perdagangan menjadi semakin penting daripada produksi barang.
Supaya orang dapat bertahan dalam hidup modern seperti itu. Ia tidak dapat lagi mengandalkan tradisi dan kebiasaan dirinya sendiri. Ia harus mengikuti tingkah lakunya terutama yang sebaya dengannya. Segala reaksi dari pilihannya disesuaikan terlebih dahulu dengan yang umum dipakai oleh sesamanya.
Setiap kelompok usia membentuk kebiasaanya masing-masing yang tak berlangsung lama karena mereka selalu hanyut dalam perubahan usia yang menuntut adaptasi secar cepat pula. Oleh karena itu gaya hidup yang ditentukan orang lain akan menjadikan orang tersebut kurang percaya diri. Mereka saling mencocokkan selera mereka. Demikian pula kaum pria dan wanita, itulah gambaran tipe kepribadian kehidupan masyarakat kota.
PENELAAHAN SOSIOLOGIS MASYARAKAT PEDESAAN
Adapun tujuan mempelajari tujuan mempelajari sosiologi masyarakat pedesaan adalah untuk mengetahui seluk beluk masyarakat pedesaan terutama hub sosialnya, norma2nya dan lembaga2 kemasyarakatan yang ada di pedesaan. Pemahan ttg sosiologi pedesaan dpt digunakan utk usaha2 perbaikan kehidupan bagi masyarakat pedesaan
Selanjutnya sosiologi pedesaan itu penting bagi mereka yg bekerja di pedesaan jadi sosiologi pedesaan diperlukan bagi orang2 pertanian, kehutanan, koperasi, pamong praja, polisi, hakim, pengacara, guru agama, dokter dan pekerja sosial.
DESA SEBAGAI LINGKUNGAN HIDUP
Manusia tidak hidup dalam suatu ruang hampa, tetapi hidup dalam suatu ruang yang berisi yang disebut link hidup. Link hidup ini terdiri dari komponen yg saling mempengaruhi. Terbagi 3 gol yaitu
·         Golongan warganya yg berupa manusia yg disebut masyarakat.
·         Golongan hasil buatan dan binaan manusia baik berupa materil maupun yg non materiil. Materiil : gedung2, jembatan, jalanan, perumahan, dsb. Non materiil : kepercayaan, ideologi, adat istiadat, dsb. Keduanya disebut kebudayaan.
·         Kekayaan alam baik yg ada diatas permukaan maupun yg ada di bawah permukaan bumi. Diatas bumi : hewan ternak, satwa liar, tumbuh2an,dsb. Dibawah bumi : barang tambang, kesburan tanah,dsb.
Penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup
Di pedesaan ada usaha2 penyesuaian diri terhadap keadaan sumber2 kekayaan alam utk meningkatkan penghasilan dlm usaha pertanian. Usaha2 yg dimaksud adalah:
·         Pemindahan penduduk dr daerah2 yg kurang cocok ke daerah yg lebih cocok utk usaha pertanian.
·         Penghijauan tanah2 gundul dengan berbagai macam tanaman utk meningkatkan kesuburan tanah
·         Mengusahakan lebihh banyak jenis tanaman produksi baik berupa tanaman semusim maupun tanaman keraas atau tanaman tahunan.
Norma-norma sosial dan nilai hidup di pedesaan
Norma2 yg ada di dlm masyarakat sering di sebut norma sosial dan ada pula yg menyebutnya norma kemasyarakatan. Norma2 tersebut berfungsi utk mengatur pergaulan manusia agar tercapai tatatertib di dalam masy. Norma2 tsb berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia, misalnya norma yg berhubungan dengan pendidikan, yg berhubungan dengan mata pencahariaan, kekerabatan, dsb.
Secara lebih rinci fungsi lembaga kemasyarakatan itu adalah :
1)       Memberikan pedoman pd anggota2 masyarakat ttg bagaimana seharusnya mereka bertingkah laku atau bersikap dlm menghadapi masalah di dalam masyarakat terutama yg menyangkut kebutuhan pokok yg bersangkutan.
2)       Menjaga keutuhan masyarakat yg bersangkutan.
3)       Memberikan pegangan atau pedoman kepada masyarakat utk mengadakan sistem pengendalian sosial oleh masyarakat eterhadap tingkah laku anggota2nya
KEPEMIMPINAN adalah kemampuan seorang pemimpin adalah kemampuan seseorang utk mempengaruhi orang lain utk melakukan apa yg diinginkannya terpaksa atau sukarela. Adapun cara utk mempengaruhi orang lai dapat berupa bujukan, ajakan, paksaan dan ancaman. Sedang orang2 yg berhasil dipengaruhinya biasanya disebut pengikut atau orang yang dipimpin
Di dalam masyarakat terutama di pedesaan dikenal adanya 2 jenis pedesaan terdapat 2 jenis pemimpin yaitu formal leader dan informal leader. Pemimpin formal ad/ pemimpin yg kekuasaan dan kewenangannya didasarkan atas ketentuan yg resmi sifatnya misalnya bupati, walikota, camat, lurah atau kepala desa dst. Sedag pemimpin informal ad/ pemimpin yg tdk mempunyai kekuasaan dan kewenagan yg resmi sifatnya tetapi warga masyarakat tunduk secara sukarela kepadanya misalnya tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.
SYARAT2 KEPEMIPINAN
Masing-masing masyarakat mempunyai syarat tertentu memilih pemimpinnya namun ada unsur2 yang sama sebgai syarat umum bagi pemilihan pemimpin yaitu
1.       Mempunyai kemampuan yang lebih baik dari kebanykan warga masyarakat yg bersangkutan. Kemapuan yg dimaksud adalah kualitas mental dan imu pengetahuan
2.       Memiliki sifat2 sosial yg lebih tinggi yaitu Tidak egoistis, simpatik, ramah dan sopan, dapat memahami orang lain
3.       Kata2nya dapat dipercaya
4.       Adil dalam arti yg benar dibenarkan dan salah disalahkan
5.       Bersifat sederhana
6.       Dapat mengendalikan emosinya
7.       Memiliki rasa tanggung jawab yg tinggi
8.       Dapat menjadi contoh dan teladan yg baik
Sikap kepemimpinan
Dari sikap seorang pemimpin dalam mengatur masyarakat nya dapat dibedakan ke dalam 3 bentuk sikap yaitu :
1)       Pemimpin yg otoriter, yaitu semua ketentuan2 dan keputusan2 ditetapkan sendiri sang pemimpin sedang para pengikutnya hanya melaksanakan perintah saja. Seorang pemimpin yg otoriter biasanya tdk segan2 menggunakan kekerasan dan tekanan2 kepada pengikuutnya agar mengikuti kehendaknya. Dalam situasi seperti ini biasanya muncul tukang2 jilat atau sikap ABS.
2)       Pemimpin leberal, pemimpin yg terlalu memberikan kebebasan kepada pengikutnya sehingga bagi pengikut yg kurang bertanggung jawab akan bermasa bodoh dan acuh tak acuh
3)       Pemimpin yg demokratis, yaitu pemimpin yg setiap kebijakannya selalu dimusyawarahkan dengan pengikut2 nya sebelum kebijakan itu dilaksanakan. Selain itu pemimpin yg demokratis senantiasa berusaha memimpin para pengikutnya terutama dalam mengikuti aturan2 yg berlaku.
Menurut Alfred L ada beberapa jenis kepemimpinan yg tdk baik, yaitu :
1)       Pemimpin yg menggiring budak belian
2)       Pemimpin yg lemah
3)       Pemimpin yg kebingungan
4)       Pemimpin yg sibuk sendiri

Minggu, 30 Oktober 2011

MAKALAH PERTUMBUHAN EKONOMI


BAB I
PENDAHULUAN
Selama hampir setengah abad, perhatian utama masyarakat perekonomian dunia tertuju pada cara-cara untuk mempercepat tingkat pertumbuhan pendapatan nasional. Para ekonom dan politisi dari semua negara, baik negara-negara kaya maupun miskin, yang menganut sistem kapitalis, sosialis maupun campuran, semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi (economic growth). Pada setiap akhir tahun, masing-masing negara selalu mengumpulkan data-data statistiknya yang berkenaan dengan tingkat pertumbuhan GNP relatifnya, dan dengan penuh harap mereka menantikan munculnya angka-angka pertumbuhan yang membesarkan hati. “Pengejaran pertumbuhan” merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi semua negara di dunia dewasa ini. Seperti kita telah ketahui, berhasil-tidaknya program-program pembangunan di negara-negara dunia ketiga sering dinilai berdasarkan tinggi-rendahnya tingkat pertumbuhan output dan pendapatan nasional.
Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolok ukur penilaian pertumbuhan ekonomi nasional sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output per kapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen.



BAB II
PEMBAHASAN

I.        DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

II.        PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KENAIKAN PRODUKTIVITAS

Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah.Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup. Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi, serta kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Penyebab rendahnya pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat cepat, sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam, kapital, dan kemajuan teknologi.


III.        PERMINTAAN AGREGRATIF DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Pada gambar ini dianggap bahwa tingkat PNN kesempatan kerja penuh pada tahun 1998 A sebesar 26 trilyun rupiah dan skedul permintaan agregratifnya adalah C+I+C1 hingga tingkat PNN kesempatan kerja penuh dapat dicapai karena sama dengan tingkat pendapatan keseimbangannya.Misalkan terjadi pertumbuhan kapasitas produksi akibat adanya pertambahan sumber-sumber pertumbuhan ekonommi hingga tingkat PNN kesempatan kerja penuh pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 1998 B menjadi 27 trilyun rupiah atau kenaikan sebesar kira-kira 4% dalam output riil.Agar potensi produksi total dapat direalisasikan maka permintaan agregratif harus naik dengan laju pertumbuhan yang cukup untuk memelihara tingkat kesempatan kerja penuh.Karenanya permintaan agregratif harus bergeser keatas menjadi C+I+C2. Bila tidak atau naik secara lebih kecil maka kenaikan kapasitas produksi tak dapat direalisasikan dan dimanfaatkan.Gambar ini menunjukkan aspek penciptaan pendapatan oleh komponen pengeluaran investasi neto.

IV.        TEORI DAN MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI

 

Dalam zaman ahli ekonomi klasik, seperti Adam Smith dalam buku karangannya yang berjudul An Inguiry into the Nature and Causes of the Wealt Nations, menganalisis sebab berlakunya pertumbuhan ekonomi dan faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith, beberapa ahli ekonomi klasik lainnya seperti Ricardo, Malthus, Stuart Mill, juga membahas masalah perkembangan ekonomi .     

A.    Teori Inovasi Schum Peter

Pada teori ini menekankan pada faktor inovasi enterpreneur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi kapitalilstik.Dinamika persaingan akan mendorong hal ini.

B.    Model Pertumbuhan Harrot-Domar

Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural.Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihar tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.

C.    Model Input-Output Leontief.
Model ini merupakan gambaran menyeluruh tentang aliran dan hubungan antarindustri. Dengan menggunakan tabel ini maka perencanaan pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan secara konsisten karena dapat diketahui gambaran hubungan aliran input-output antarindustri. Hubungan tersebut diukur dengan koefisien input-output dan dalam jangka pendek/menengah dianggap konstan tak berubah .

D.    Model Pertumbuhan Lewis

Model ini merupakan model yang khusus menerangkan kasus negara sedang berkembang banyak (padat) penduduknya. Tekanannya adalah pada perpindahan kelebihan penduduk disektor pertanian ke sektor modern kapitalis industri yang dibiayai dari surplus keuntungan.

E.    Model Pertumbuhan Ekonomi Rostow

Model ini menekankan tinjauannya pada sejarah tahap-tahap pertumbuhan ekonomi serta ciri dan syarat masing-masing. Tahap-tahap tersebut adalah tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat lepas landas, tahap lepas landas, tahap gerakan ke arah kedewasaan, dan akhirnya tahap konsimsi tinggi.

V.        NEGARA BERKEMBANG DAN FAKTOR PERTUMBUHANNYA


A.    Ciri-ciri negara sedang berkembang


1.    Tingkat pendapatan rendah,sekitar US$300 perkapita per tahun.
2.    Jumlah penduduknya banyak dan padat perkilo meter perseginya.
3.    Tingkat pendidikan rakyatnya rendah dengan tingkat buta aksara tinggi.
4.    Sebagian rakyatnya bekerja disektor pertanian pangan secara tak               produktif,sementara hanya sebagian kecil rakyatnya bekerja disektor industri. Produktifitas kerjanya rendah.
5.    Kuantitas sumber-sumber alamnya sedikit serta kualitasnya rendah. Kalau    mempunyai sumber-sumber alam yang memadai namun belum diolah atau belum dimanfaatkan.
6.    Mesin-mesin produksi serta barang-barang kapital yang dimiliki dan digunakan hanya kecil atau sedikit jumlahnya.
7.    Sebagian besar dari mereka merupakan negara-negara baru diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan kira-kira satu atau dua dekade.

B.    Transisi kependudukan


Yang mencerminkan kenaikan taraf hidup rakyat di suatu negara adalah besarnya tabungan dan akumulasi kapital dan laju pertumbuhan penduduknya. Laju pertumbuhan yang sangat cepat di banyak negara sedang berkembang nampaknya disebabkan oleh fase atau tahap transisi demografi yang dialaminya. Negara-negara sedang berkembang mengalami fase transisi demografi di mana angka kelahiran masih tinggi sementara angka kematian telah menurun. Kedua hal ini disebabkan karena kemajuan pelayanan kesehatan yang menurun angka kematian balita dan angka tahun harapan hidup. Ini terjadi pada fase kedua dan ketiga dalam proses kependudukan. Umumnya ada empat tahap dalam proses transisi, yaitu:
Tahap 1:
Masyarakat pra-industri, di mana angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi menghasilkan laju pertambahan penduduk rendah;
Tahap 2:
Tahap pembangunan awal, di mana kemajuan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan angka kelahiran tak terpengaruh karena jumlah penduduk naik.
Tahap 3:
Tahap pembangunan lanjut, di mana terjadi penurunan angka kematian balita, urbanisasi, dan kemajuan pendidikan mendorong banyak pasangan muda berumah tangga menginginkan jumlah anak lebih sedikit hingga menurunkan angka kelahiran. Pada tahap ini laju pertambahan penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai menurun;
Tahap 4:
Kemantapan dan stabil, di mana pasangan-pasangan berumah tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan mereka cenderung bekerja di luar rumah. Banyaknya anak cenderung hanya 2 atau 3 saja hingga angka pertambahan neto penduduk sangat rendah atau bahkan mendekati nol.

C.    Faktor penggerak pertumbuhan ekonomi

Dua hal esensial harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah, pertama sumber-sumber yang harus digunakan secara lebih efisien. Ini berarti tak boleh ada sumber-sumber menganggur dan alokasi penggunaannya kurang efisien. Yang kedua, penawaran atau jumlah sumber-sumber atau elemen-elemen pertumbuhan tersebut haruslah diusahakan pertambahannya. Elemen-elemen yang memacu pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut :
1.  Sumber-sumber Alam
Elemen ini meliputi luasnya tanah, sumber mineral dan tambang, iklim, dan lain-lain. Beberapa negara sedang berkembang sangat miskin akan sumber-sumber alam, sedikitnya sumber-sumber alam yang dimiliki merupakan kendala cukup serius. Dibandingkan dengan sedikitnya kuantitas serta rendahnya persediaan kapital dan sumber tenaga manusia maka kendala sumber alam lebih serius.
2    Sumber-sumber Tenaga Kerja
Masalah di bidang sumber daya manusia yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkambang pada umumnya adalah terlalu banyaknya jumlah penduduk, pendayagunaannya rendah, dan kualitas sumber-sumber daya tenaga kerja sangat rendah.
3.  Kualitas Tenaga Kerja yang Rendah
Negara-negara sedang berkembang tak mampu mengadakan investasi yang memadai untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia berupa pengeluaran untuk memelihara kesehatan masyarakat serta untuk pendidikan dan latihan kerja.
4  .Akumulasi Kapital
Untuk mengadakan akumulasi kapital diperlukan pengorbanan atau penyisihan konsumsi sekarang selama beberapa decade. Di negara sedang berkembang, tingkat pendapatan rendah pada tingkat batas hidup mengakibatkan usaha menyisihkan tabungan sukar dilakukan. Akumulasi kapital tidak hanya berupa truk, pabrik baja, plastik dan sebagainya; tetapi juga meliputi proyek-proyek infrastruktur yang merupakan prasyarat bagi industrialisasi dan pengembangan serta pemasaran produk-produk sektor pertanian. Akumulasi kapital sering kali dipandang sebagai elemen terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Usaha-usaha untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan memusatkan pada akumulasi kapital. Hal ini karena, pertama, hampir semua negara-negara berkembang mengalami kelangkaan barang-barang kapital berupa mesi-mesin dan peralatan produksi, bangunan pabrik, fasilitas umum dan lain-lain. Kedua, penambahan dan perbaikan kualitas barang-barang modal sangat penting karena keterbatasan tersedianya tanah yang bisa ditanami.

D.    Peranan penting pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi


1.    Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik, dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.
2. Ketidakmampuan atau kelemahan sektor swasta melaksanakan fungsi entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.
3.  Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasar masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan, dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
4.    Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sektor swasta) merupakan pusat atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dan karena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara maju oleh kelompok kaya yang sesungguhnya biasa menabung.
5.    Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat. Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana dan melaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan yang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis, dan ekonomi.
6.    Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi; tetapi juga faktor permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.

E.    Strategi pertumbuhan ekonomi        


  1. Industrialisasi Versus Pembangunan Pertanian
Pembangunan pertanian bersifat menggunakan teknologi padat tenaga kerja dan secara relatif menggunakan sedikit kapital; meskipun dalam investasi pada pembuatan jalan, saluran dan fasilitas pengairan, dan pengembangan teknologinya. Kenaikan produktivitas sektor pertanian memungkinkan perekonomian dengan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit menghasilkan kuantitas output bahan makanan yang sama. Dengan demikian sebagian dari tenaga kerja dapat dipindahkan ke sektor industri tanpa menurunkan output sector pertanian. Di samping itu pembangunan atau kenaikkan produktivitas dan output total sektor pertanian akan menaikan pendapatan di sektor tersebut.

  1. Strategi Impor Versus Promosi Ekspor
Stategi industrialisasi via substitusi impor pada dasarnya dilakukan dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang yang semula diimpor. Alternatif kebijakan lain adalah strategi industrialisasi via promosi ekspor. Kebijakan ini menekankan pada industrialisasi pada sektor-sektor atau kegiatan produksi dalam negeri yang mempunyai keunggulan komparatif hingga dapat memproduksinya dengan biaya rendah dan bersaing dengan menjualnya di pasar internasional. Strategi ini secara relatif lebih sukar dilaksanakan karena menuntut kerja keras agar bisa bersaing di pasar internasional.
  1. Perlunya Disertivikasi
Usaha mengadakan disertivikasi bagi negara-negara pengekspor utama minyak dan gas bumi merupakan upaya mempertahankan atau menstabilkan penerimaan devisanya.

VI.        ASPEK HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

A.    Perluasan Perdagangan

Negara-negara maju telah berkembang merupakan sumber atau pensupplai barang-barang kapital. Di samping itu mereka juga merupakan pasar yang luas dan cukup besar yang membeli ekspor hasil-hasil pertanian, pertambangan, bahan mentah, ataupun barang-barang manufaktur oleh negara-negara sedang berkembang. Penurunan harga di pasar dunia akan bahan-bahan mentah produk pertanian ataupun hasil pertambangan akan sama seperti halnya turunnya harga minyak bumi ataupun harga tembaga di pasaran internasional.

B.    Aliran Penanaman Modal (Investasi) Asing

Aliran kapital atau investasi asing dari luar negeri baik oleh sector pemerintah maupun swasta asing dapat merupakan suplemen atau pelengkap bagi usaha pemecahan lingkaran setan kemiskinan. Penanaman modal asing banyak bergerak di sektor eksplorasi sumber alam berupa pertambangan, kehutanan, perikanan, dan juga di sektor manufacturing. Swasta asing yang melakukan investasi umumnya merupakan perusahaan besar multinasional.
C.Bantuan Luar Negeri Berupa Hadiah dan Pinjaman
Bantuan asing bisa diberikan secara langsung atau melalui lembaga keuangan internasional. Contoh bantuan langsung berupa hadiah atau pinjaman yang diberikan oleh US-AID (United State Agency for International Development), suatu lembaga bantuan luar negeri pemerintah Amerika Serikat, atau dari badan-badan luar negeri yang serupa dari negara-negara maju telah berkembang lainnya.


BAB III
KESIMPULAN

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil.
Banyak para ahli yang mengemukakan tentang teori dan model pertumbuhan ekonomi seperti teori inovasi Schum Peter, model pertumbuhan ekonomi Harrot-Domar, model Input-Output Leontief model pertumbuhan Lewis, dan model pertumbuhan ekonomi Rostow.

Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh elemen-elemen pertumbuhan ekonomi. Beberapa elemen pertumbuhan ekonomi tersebut yaitu ;
1)     sumber-sumber alam,
2)     sumber-sumber tenaga kerja,
3)     kualitas tenaga kerja yang rendah,
4)     akumulasi kapital.

Dalam pertumbuhan ekonomi peran pemerintah sangat penting untuk mendukung menciptakan suasana yang kondusif sehingga laju ekonomi dapat dicapai dengan baik. Apabila suasana kondusif dalam suatu negara sudah tercipta maka minat para investor untuk menanamkan modalnya akan meningkat, persaingan perdagangan bagus dan masyarakat akan merasa aman dalam melakukan aktifitas sehari-harinya.

Minggu, 21 Agustus 2011

cuti lebaran 2011

cuti kali ini lumayan berkesan, ada senangnya juga sedihnya...
senang karena udah naik nindya praja, CPNS tinggal nunggu bulan (insyaallah secepatnya), dan yang pasti cuti nya 4 minggu + jadi senior tertinggi d kampus.
sedih nya karena harus pisah sama senior ang XIX, huhu

dan alhamdulillah tahun ini bisa lebaran bareng keluarga. udah 5 tahun gag lebaran sama family. 
lumayan lama kan? haaha
semoga aja cuti kali ini banyak manfaatnya, bisa ngerefres otak lagi...amiiin

Kamis, 17 Maret 2011

best photo on my laptop

makna foto
dari artikel yg saya baca sebuah foto berisi beribu macam kenangan yang tersimpan di dalamnya, sebuah foto bisa mengingatkan kita kembali pada apa sebenarnya makna jujur yang terkandung dalam moment yang terekam di dalamnya. Ingatan kita kembali pada kenangan yang terjadi ketika lampu blitz menyala sepersekian detik yang membuat kita bersikap spontan.
Ketika hati kita terasa terbebani oleh berbagai macam masalah yang kita buat, beban hidup yang terasa berat menghimpit, kenangan pahit yang kita lakukan…cobalah tengok foto…dia merupakan penghibur ulung yang mampu memberikan kedamaian dalam hidup kita tanpa banyak bicara. kadang kita bisa tersenyum, kadang kita bisa tertawa, kadang kita malah bisa bersedih dan menitikkan air mata hanya dengan melihat sebuah foto..
 
deskripsikan makna foto di bawah ini??
CHECK THIS OUT !
 
  ekspresi bingung...hahaha


gag jelaas :p

iklan shampo... gag tau merek apa !

iklan obat sakit kepala ...

bau apa yaa???

 ooohh so sweeet..hahaha

foto favorit ku.... like this :)

knp buat ini ya???
 KANGEN ????

gag tau deh....
luv u anesha tryani :*

pemenang dpt
bonuuuss!
lirik lagu kereen....

TUNGGU AKU by ANDRA N THE BACKBONE

Masihkah kau simpan
Mawar yang ku beri
Mungkin tak sewangi dulu
Mungkin tak seindah dulu
Tunggu aku ku akan datang
Masihkah kau jaga
Api cinta dariku
Mungkin tak sehangat dulu
Mungkin tak seterang dulu
Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang
infomusik-board.blogspot.com
Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang
Kau segalanya bagiku
Kau adalah duniaku
Satu yang ku pinta
‘tuk tetap menunggu


Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang
Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang
Tunggu aku ku akan datang
Tunggu aku ku akan pulang
Tunggu aku (ku akan datang)
Tunggu aku
Tunggu aku
Masih kah kau simpan
Mawar yang ku beri

Senin, 07 Maret 2011

wisata mentawai VS kehidupan masyarakat


Profil
Mentawai secara geografis terletak di Samudera Hindia dan merupakan salah kabupaten prov sumatera barat.
dihuni oleh suku mentawai yang bercirikan tato disekujur tubuh. letak persisnya mentawai ini ada di sebelah barat dari Prov Sumatra Barat. selain mempunyai ombak yang besar, mentawai juga mempunyai wisata alam yang luar biasa. wisata alam biasa kita kenal TNS (taman nasional siberut)
Mentawai mempunyai empat pulau besar :
  1. pulau pagai utara
  2. pulau pagai selatan
  3. pulau sipora
  4. pulau siberut
ibu kota kab. mentawai bertempat di Tuapejat, dikukuhkan menjadi kabupaten pada tahun 1999. Plt Bupati pertama nya adalah alm Bpk Badril Bakar.
letak persinya mentawai ini ada di sebelah barat dari Prov Sumatra Barat
PADANG, KOMPAS.com — "Sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akan diproyeksikan sebagai lokasi wisata budaya. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Mentawai Desti Seminora, Jumat (8/10/2010), mengatakan bahwa desa-desa tersebut di antaranya adalah Desa Madobag, Desa Tuapejat, dan Desa Bosua.

Desti mengatakan, proyek desa wisata itu akan diwujudkan pada 2011. Namun, ia belum bisa menjelaskan total anggaran yang bakal dikucurkan untuk pembangunan desa-desa tersebut hingga menjadi lokasi wisata. Pengembangan desa-desa wisata itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun industri pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai."


dalam pembangunan wisata di mentawai ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
  • jaminan mengenai kelestarian budaya lokal
  • sarana dan prasarana serta akses transportasi dan telekomunikasi
  • memperbaiki sistem dan kebijakan pariwisata 
  • tujuan utama pariwisata harus untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat setempat
  • pariwisata mentawai berskala internasional, oleh karena itu pemda baiknya merekrut konsultan khusus yang mempunyai keahlian pariwisata
gambar-gambar wisata mentawai yang eksotis : 

pantai

surfing

dibutuhkan tangan yang berkualitas dan ikhlas dari pemerintah daerah untuk memajukan mentawai dari kemiskinan, salah satu nya melalui pembangunan pariwisata yang mendorong kemakmuran masyarakat setempat...


SEMOGA MENTAWAI KU LEBIH BAIK !!!



Sabtu, 05 Maret 2011

posting lagi


udah lama gag posting lagi nih..
minggu ini agag sibuk, jadi gag sempat nulis deh. kalaupun sempat online itu cm ngedit blog aja dan alhamdulillah blog nya udah slesai. dan sekarang bisa posting apa aja. hahaha
sebenarnya banyak yang mau di tulis, mudah2an aja besok bisa.. amiiin